Sabtu, 23 Juli 2016

TELINGA VAN GOGH

Sabtu, 23 Juli 2016
VINCENT WILLEM VAN GOGH itu pelukis pasca-impresionis Belanda. Lukisan-lukisan dan gambar-gambarnya termasuk karya seni terbaik,  terkenal, dan paling mahal di dunia. Ia dianggap sebagai salah satu pelukis terbesar dalam sejarah seni Eropa.
Di masa muda, Van Gogh bekerja di sebuah perusahaan penjual karya seni, dan setelah beberapa waktu bekerja sebagai guru, Ia melayani sebagai misionaris yang bekerja di wilayah pertambangan yang sangat miskin.
Baru pada tahun 1880, Ia memutuskan untuk menjadi seniman. Ia punya sebuah gaya melukis sendiri yang unik dan gampang untuk dikenali.
Sayangnya, Van Gogh didiagnosa menderita epilepsi yang cukup parah. Sampai-sampai, Ia memotong seluruh bagian telinganya pada tahun 1888. Telinga itu pun dihadiahkan kepada seorang anak petani bernama Gabrielle Berlatier dengan tulisan ‘Jagalah benda ini dengan hati-hati’.

Pada akhir hidupnya, Ia merasa dirinya menjadi gila. Akhirnya Ia pun menghabiskan sisa hidup di R.S. Jiwa Saint-Paul-de-Mausole di Saint-Rémy-de-Provence, Perancis. Walaupun berada di Rumah Sakit Jiwa, Ia tetap melukis sampai akhirnya Ia bunuh diri pada tahun 1890.

Kamis, 04 September 2014

TENGGELAMNYA KAPAL "THE FLYING DUTCHMAN"

Kamis, 04 September 2014


     Kapal ini terlihat gagah ketika di lautan. Sampai pada akhirnya kapal itu harus menyerah pada alam, karena badai besar menghantam seluruh awak kapal.


     Kapal The Flying Dutchman adalah kapal dangan buatan Belanda. Kapal ini salah satu kapal dagang dari armada Dutch East India Company ( Vereenigde Oost-indische Compagnie - VOC). Kapten kapal ini adalah Hendrik Van der Decken. Ia terkenal sebagai orang pemberani. 
     Pada tahun 1641, ketika sedang melintasi Cape of Good Hope (Tanjung Harapan), di Afrika Selatan, terjadi badai besar. Saat semua awak meminta Van der Decken berhenti, ia tidak mau. Ia berkata, "Aku tak akan berhenti melaut sampai kapanpun dan apa pun yang terjadi!" Sayangnya, The Flying Dutchman tidak berhasil melewati badai itu. Semua awak kapal termasuk kapten kapal, tewas dalam peristiwa itu.

LUSITANIA, MISTERI 18 MENIT

     Siang itu, tanggal 7 Mei 1915. Kapal penumpang terbesar pada masa itu sedang berlayar mengankut 1.959 orang. Tiba-tiba, sebuah kapal selam torpedo menghantamnya. Hanya dalam 18 menit, kapal pesiar mewah bernama Lusitania itu tenggelam.


     Lusitania adalah kapal pesiar mewah Inggris yang beratnya 31.500 ton. Panjangnya 250 meter dengan lebar sekitar 27,5 meter. Lusitania punya 4 baling-baling yang menggerakkan mesin turbin. Kapal ini bisa mengankut 2.500 penumpang. Sebagai pengamanan, Lusitania dilengkapi 12 meriam berukuran 6 inchi.

     Saat Lusitania tenggelam, Perang Dunia I sedang berlangsung. Sebenarnya, dalam perjalana terakhir tanggal 1 Mei 1915, orang-orang Jerman telah memperingatkan para calon penumpang Lusitania untuk mengurungkan niat. Bagi mereka, setiap kapal penumpang negara musuh yang berada di daerah perang, bisa menjadi korban penyerangan.
     Benar saja. Tanggal 7 Mei 1915, ketika Lusitania berlayar menuju perairan Irlandia, tiba-tiba kapal selam torpedo Jerman menghantamnya. Lusitania tenggelam, menelan 1.198 korban jiwa. Sebanyak 124orang dari antaranya adalah orang Amerika. Maka, Amerika marah dan segera terlibat dalam Perang Dunia I, membawa kemenangan pasukan sekutu.

TIDUR DI GORONG-GORONG

    
     Jangan bayangkan gorong-gorong ini gelap dan berbau, ya. Sama sekali tidak. Sebab, gorong-gorong ini sudah disulap jadi kamar yang cantik. Itulah sebabnya siapapun yang bermalam di tempat ini pasti betah. Namanya Tubohotel. Hotel yang terletak di Tepotztlan, Mexico City ini, menyediakan kamar berbentuk gorong-gorong.